Jumat, 15 Februari 2013

Alkohol


BAB I. PENDAHULUAN
ALKOHOL
Alkohol (alcohol), terutama dalam bentuk ethyl alcohol (ethanol), telah mengambil tempat penting dalam sejarah umat manusia paling sedikit selama 8000 tahun. Di masyarakat Barat, bir (beer) dan anggur (wine) menjadi kebutuhan pokok sehari-hari sampai abad ke-19. Minuman yang mengandung alkohol yang relatif encer ini lebih disukai dibandingkan dengan air, yang pada masa itu diketahui berkaitan dengan penyakit akut dan kronis. Minuman tersebut memberikan kalori dan zat-zat nutrisi yang penting di samping berfungsi sebagai sumber utama cairan tubuh sehari-hari. Ketika berbagai sistem untuk perbaikan sanitasi dan pemurnian air diperkenalkan pada tahun 1800-an, peranan bir dan anggur sebagai komponen dari bahan nutrisi manusia menjadi kurang penting, dan konsumsi minum-minuman yang mengandung alkohol, termasuk minuman sulingan dengan konsentrasi alkohol lebih tinggi, kini berganti peran menjadi semacam kebiasaan  untuk bersenang-senang yang banyak dijumpai di masyarakat kita.

Wiwaha


BAB I 
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
Di zaman atau diera global sekarang ini, orang sangat mudah memperoleh informasi, tontonan dan pergaulan luas. Tak jarang anak-anak pun ikut dalam hal tersebut. Anak-anak terjerumus dalam pergaulan yang salah, yang bebas dan fulgar. Mereka menjadi mudah tergoda dan melakukan sex bebas yang membuat mereka terpaksa kawin saat masih usia muda atau masih sekolah.

Sangkuriang


Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang memasuki hutan untuk berburu. Sekali ketika ketika ia mengumpulkan hutan, Sangkuriang Start yang mencari mangsa. Ia lihat ada seekor burung yang telah bertengger pada cabang, dan kemudian tanpa pemikiran Sangkuriang menembak, dan benar pada target. Sangkuriang kemudian perintah untuk memburu penggalian Tumang lebih awal, tetapi Tumang yang diam dan ditolak untuk mengikuti pesanan

Kepercayaan Hindu


Om Swastyastu,
PENDAHULUAN
Tujuan Hidup Umat Hindu adalah moksartham jagadhita – kesejahteraan dan kebahagiaan yang abadi. Kesejahteraan – sifatnya duniawi (jagat), artinya sesuatu yang bisa diukur. Misalnya sejahtera dikatakan dengan mempunyai mobil mewah, punya hotel, rumah mewah dll, yang sifatnya duniawi. Sedangkan bahagia, sangat sulit diukur, misalnya ada keluarga kecil kelihatan bahagia setelah bisa membelikan anaknya sebuah sepeda, bahkan ada yang nampak bahagia, karena bisa makan hamburger di Mc Donald. Artinya kebahagiaa itu sangat sulit diukur. Bagaimana kita bisa mencapai tujuan hidup tersebut, para resi kita

Malin Kundang


Pada suatu waktu; sekali peristiwa, pada pantai Sumatra yang utara tinggal seorang perempuan lemah/miskin dan putra nya. Anak laki-laki telah dipanggil Malin Kundang. Mereka tidak mendapat banyak ketika pemancingan adalah sumber pendapatan mereka satu-satunya. Malin Kundang tumbuh dewasa sebagai anak laki-laki muda mahir. Ia selalu membantu ibu nya untuk mendapat uang beberapa. Bagaimanapun, mereka hanya penolong nelayan, mereka masih hidup di kemiskinan. " Bunda, akibatnya bagaimana jika aku berlayar luar negeri?" yang diminta Malin Kundang suatu hari kepada ibu nya. Ibu nya tidak setuju tetapi Malin Kundang

PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI TERBUKA


BAB. 1 PENDAHULUAN
Pemahaman mendalam terhadap latar belakang historis, dan konseptual tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bagi setiap warga negara, merupakan suatu bentuk kewajiban sebelum kita dapat melaksanakan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kewajiban tersebut merupakan konsekuensi formal dan konsekuensi logis dalam kedudukan kita sebagai warga negara. Karena kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara (Filsafat Negara), maka setiap warga negara wajib loyal (setia) kepada dasar negaranya. Perjalanan hidup suatu bangsa sangat tergantung pada efektivitas penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar negara merupakan dasar dalam mengatur penyelenggaraan negara disegala bidang, baik bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. Era global menuntut kesiapan segenap komponen bangsa untuk mengambil peranan sehingga dampak negatif yang kemungkinan muncul, dapat segera diantisipasi.

Hikmah Nyepi


HIKMAH NYEPI
Om Swastyastu
Nyepi merupakan hari raya yang di rayakan setiap satu tahun sekali atau perhitungan sasih. Selain itu, hari raya Nyepi juga merupakan suatu momentum yang sangat suci yang bermuara pada diri kita sendiri.
Adapun rangkaian dari perayaan hari raya Nyepi yaitu:
1.    Pemelastian;
2.    Pengerupukan;
3.    Nyepi;
4.    Ngembak Geni.