BAB I. PENDAHULUAN
ALKOHOL
Alkohol (alcohol),
terutama dalam bentuk ethyl alcohol
(ethanol), telah mengambil tempat penting dalam sejarah umat manusia paling
sedikit selama 8000 tahun. Di masyarakat Barat, bir (beer) dan anggur (wine)
menjadi kebutuhan pokok sehari-hari sampai abad ke-19. Minuman yang mengandung
alkohol yang relatif encer ini lebih disukai dibandingkan dengan air, yang pada
masa itu diketahui berkaitan dengan penyakit akut dan kronis. Minuman tersebut
memberikan kalori dan zat-zat nutrisi yang penting di samping berfungsi sebagai
sumber utama cairan tubuh sehari-hari. Ketika berbagai sistem untuk perbaikan
sanitasi dan pemurnian air diperkenalkan pada tahun 1800-an, peranan bir dan
anggur sebagai komponen dari bahan nutrisi manusia menjadi kurang penting, dan
konsumsi minum-minuman yang mengandung alkohol, termasuk minuman sulingan
dengan konsentrasi alkohol lebih tinggi, kini berganti peran menjadi semacam
kebiasaan untuk bersenang-senang yang
banyak dijumpai di masyarakat kita.